Apa Itu Parafrase?
Parafrase adalah proses menyampaikan kembali suatu gagasan dari sumber tertentu menggunakan kata-kata dan struktur kalimat yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan makna aslinya.
Contohnya, kalimat sumber:
Penggunaan teknologi digital telah memberikan perubahan yang signifikan terhadap proses pembelajaran.
Kalimat tersebut dapat diparafrasekan menjadi:
Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
Maknanya tetap sama, tetapi struktur dan pilihan katanya berbeda.
Perlu diperhatikan bahwa meskipun sebuah kalimat sudah diparafrasekan, sumber aslinya tetap harus dicantumkan apabila gagasan tersebut berasal dari karya orang lain.
Mengapa Parafrase Dapat Mengurangi Similarity Turnitin?
Turnitin bekerja dengan membandingkan teks dalam dokumen dengan berbagai sumber yang tersedia dalam basis datanya. Apabila sebuah tulisan menggunakan kalimat yang sama atau sangat mirip dengan sumber tertentu, bagian tersebut berpotensi menghasilkan persentase kemiripan.
Parafrase yang dilakukan dengan benar membuat penyampaian gagasan menjadi lebih orisinal dari sisi bahasa dan struktur kalimat. Akibatnya, tingkat kemiripan dapat berkurang.
Namun, tidak ada angka similarity tertentu yang otomatis berarti sebuah tulisan bebas dari plagiarisme. Persentase Turnitin perlu dilihat bersama konteks sumber, kutipan, daftar pustaka, dan aturan akademik dari institusi masing-masing.
Teknik Parafrase yang Baik
1. Pahami Isi Sumber Terlebih Dahulu
Jangan langsung mengganti kata satu per satu. Baca sumber sampai memahami gagasan utamanya.
Setelah memahami maksud penulis, coba jelaskan kembali gagasan tersebut dengan bahasa sendiri. Cara ini biasanya menghasilkan parafrase yang lebih alami dibandingkan sekadar mengganti sinonim.
2. Ubah Struktur Kalimat
Salah satu cara melakukan parafrase adalah mengubah struktur kalimat.
Misalnya, kalimat aktif dapat diubah menjadi bentuk pasif, atau dua kalimat dapat disusun kembali menjadi satu kalimat yang lebih efektif.
Kalimat sumber:
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media digital meningkatkan minat mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran.
Parafrase:
Berdasarkan hasil penelitian, media digital dapat meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran.
Struktur kalimat dan susunan informasinya berubah, tetapi gagasan utamanya tetap dipertahankan.
3. Gunakan Pilihan Kata yang Sesuai Konteks
Menggunakan sinonim dapat membantu membuat tulisan lebih bervariasi, tetapi jangan mengganti setiap kata secara sembarangan.
Dalam tulisan akademik, pilihan kata harus tetap sesuai dengan konteks dan istilah bidang yang dibahas.
Misalnya, istilah teknis tertentu justru sebaiknya dipertahankan apabila menggantinya dapat mengubah makna ilmiah.
4. Gabungkan atau Pecah Kalimat
Kalimat yang terlalu panjang dapat dipecah menjadi beberapa kalimat. Sebaliknya, beberapa kalimat pendek yang membahas satu gagasan dapat digabungkan menjadi kalimat yang lebih efektif.
Teknik ini membantu menghasilkan struktur tulisan yang berbeda dari sumber awal.
5. Susun Kembali Urutan Gagasan
Apabila memungkinkan, informasi dalam suatu paragraf dapat disusun kembali berdasarkan alur pembahasan yang lebih sesuai dengan tulisan sendiri.
Contohnya, penjelasan mengenai sebab dan akibat dapat disusun dengan pola yang berbeda selama hubungan antar-gagasannya tetap benar.
6. Tambahkan Penjelasan dengan Pemahaman Sendiri
Parafrase yang berkualitas tidak hanya mengganti kata. Penulis dapat memberikan penjelasan tambahan berdasarkan pemahamannya terhadap sumber.
Misalnya, setelah menyampaikan hasil penelitian, penulis dapat menjelaskan apa arti hasil tersebut dalam konteks pembahasan yang sedang dibuat.
Dengan demikian, tulisan menjadi lebih analitis dan tidak hanya berupa kumpulan kalimat dari berbagai sumber.
7. Tetap Cantumkan Sumber Referensi
Ini merupakan bagian yang sangat penting.
Parafrase tidak membuat sebuah gagasan menjadi milik penulis. Jika ide, data, teori, hasil penelitian, atau informasi tertentu berasal dari sumber lain, sumber tersebut tetap harus dicantumkan sesuai gaya sitasi yang digunakan.
Parafrase tanpa mencantumkan sumber tetap dapat dianggap sebagai plagiarisme.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Parafrase
Beberapa kesalahan yang umum dilakukan antara lain:
- Mengganti kata dengan sinonim secara satu per satu.
- Hanya mengubah beberapa kata tanpa mengubah struktur kalimat.
- Menggunakan aplikasi parafrase tanpa memeriksa kembali hasilnya.
- Mengubah istilah penting sehingga maknanya menjadi berbeda.
- Tidak mencantumkan sumber setelah melakukan parafrase.
- Terlalu fokus mengejar persentase similarity tanpa memperhatikan kualitas tulisan.
- Mengubah kalimat secara berlebihan hingga maksud sumber menjadi tidak akurat.
Parafrase yang baik seharusnya menghasilkan tulisan yang lebih mudah dipahami, tetap akurat, dan sesuai dengan konteks akademik.
Langkah Praktis Melakukan Parafrase
Agar lebih mudah, gunakan alur berikut:
Baca → Pahami → Tutup sumber → Tulis dengan bahasa sendiri → Bandingkan makna → Perbaiki → Cantumkan sitasi
Pertama, baca paragraf sumber secara keseluruhan. Kemudian pahami gagasan utamanya. Setelah itu, coba tuliskan kembali menggunakan pemahaman sendiri tanpa melihat kalimat sumber secara terus-menerus.
Setelah selesai, bandingkan hasilnya dengan sumber asli. Pastikan tidak ada informasi penting yang hilang atau berubah. Terakhir, tambahkan sitasi sesuai sumber yang digunakan.
Apakah Parafrase Bisa Membuat Similarity Menjadi 0%?
Tidak selalu.
Nilai similarity dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kutipan, istilah teknis, nama lembaga, judul referensi, daftar pustaka, frasa umum, serta sumber yang dibandingkan oleh sistem.
Karena itu, target utama seharusnya bukan sekadar mendapatkan angka similarity serendah mungkin. Yang lebih penting adalah memastikan bahwa tulisan benar-benar disusun secara mandiri, sumber dikutip dengan benar, dan setiap gagasan dari penulis lain diakui secara akademis.
Kesimpulan
Parafrase merupakan keterampilan penting dalam penulisan karya ilmiah. Teknik ini membantu penulis menyampaikan gagasan dari berbagai sumber menggunakan bahasa dan struktur tulisan sendiri sekaligus dapat mengurangi kemiripan teks saat dilakukan pemeriksaan similarity.
Cara terbaik melakukan parafrase bukan dengan mengganti kata satu per satu, melainkan dengan memahami gagasan sumber terlebih dahulu, kemudian menyusun kembali informasi menggunakan gaya bahasa sendiri. Struktur kalimat, pilihan kata, dan alur penjelasan dapat disesuaikan tanpa mengubah makna.
Yang tidak kalah penting, parafrase tetap membutuhkan sitasi. Mengurangi similarity bukan berarti menghilangkan kewajiban untuk mencantumkan sumber.
Dengan menguasai teknik parafrase yang benar, penulis dapat menghasilkan karya ilmiah yang lebih natural, informatif, dan memiliki kualitas akademik yang lebih baik.